Search This Blog

thumbnail

On November 01, 2016 with No comments


Inai yaitu semacam pohon berbunga yang mana daunnya digunakan untuk mewarnai kulit badan manusia, rambut, kuku, barangan kulit (contoh beg, uncang, talipinggang dsbnya.) dan pewarna untuk kain. Pokok inai bisa jadi membesar hingga ketinggian 2. 6m. 

Inai ditanam melalui cara komersial di negara-negara UAE, Maghribi, Algeria, Yaman, Tunisia, Libya, Arab Saudi, Mesir, barat India, Iraq, Iran, Pakistan, Bangladesh, Afghanistan, Turki, Somalia dan Sudan. 

Tetapi sekian hari terakhir ini umum media sosial di gemparkan mengedarnya inai merah yang memiliki kandungan zat kimia memiliki resiko. 
Inai memiliki kandungan zat kimia beresiko ini disebut bernama PARTY MEHNDI RED CONE. Sebagian permasalahan sudah ada yang mengemukakan bila ini benar berjalan. 
Satu di antara kasusnya yakni pengantin di Malaysia yang kenakan inai ini. Dan setelah dia menggunakan inai merah ini tangannya terjangkit penyakit yang mengharuskan tangannya yang terserang penyakit itu dip*t*ng. 

Seperti kami kutip dari daengselili, inai merah ini 

bukan hanya mengakibatkan penyakit ditangan saja, tetapi dapat juga m3mb*nuh kita. 
Masalah lain di Indonesia, seorang yang mangaku bila tetangganya juga alami hal yang sama. Tetapi tuturnya penyakit yang terkena tetangganya tidak separah foto yang ada di atas. 

Berkenaan berita inai merah beresiko ini, seorang netizen berikan komentar bila mungkin saja saja orang yang terkait memanglah ada alergi, 
“Itu tergantung alergi masing masing, setahun lalu saya dan shabat pakai inai yg sama, yang berjalan di tangan ku umum saja, di tangan sahabatku melepuh dan gatal. Pas di bertanya ke dokter katanya teman dekat saya itu memang type kulit sensitif. Jadi sarannya sebelum pakai product spesifik, uji alergi lebih dulu selama 24 jam. ” tulis Rina. 

Tetapi, saat team Sebarkanlah. com mencari kebenaran berita PARTY MEHNDI RED CONE dari sumber Internet, umumnya artikel menuliskan bila ini hanya HOAX atau tak benar ada. 

Meskipun itu, baiknya untuk menghindar terjadinya penyakit seperti ini, anda mesti mengecheck apakah anda memiliki alergi yang dapat mengakibatkan bahaya pada kulit anda. 

Tak ada salahnya kita berbagi artikel ini pada rekan, tetapi konteksnya dirubah jadi “Jangan gunakan inai jika kulit anda alergi”. Karena memang jika kulit kita alergi, mungkin saja inai ini jadi jadi menyebabkan masalah dan bahaya untuk kita. 

Silahkan sebarkan artikel ini pada semua rekanmu, dengan konteks yang sudah kita tuliskan di atas. 

http :// breaking-news564. blogspot. com/2015/12/hati-hati-jangan-sampai-terlambat-dan. html 
thumbnail

On October 02, 2016 with No comments

BERBAGI TIPS: Dahlan Iskan mendemokan cara membuat jus pare menggunakan juicer. Foto:KPNN/Jawa Pos Group
BERBAGI TIPS: Dahlan Iskan mendemokan cara membuat jus pare menggunakan juicer. Foto:KPNN/Jawa Pos Group
DAHLAN Iskan, 65, masih terlihat bugar. Dia punya cara tersendiri untuk menjaga kesehatannya.
----
HAMPIR semua orang mengenal pare. Namun, tak sedikit orang yang tidak menyukai buah atau sayur ini. Bisa jadi karena rasanya yang cenderung pahit. 
Namun, pare disebut berkhasiat untuk kesehatan tubuh, di antaranya mencegah dan mengobati diabetes, membersihkan darah, dan membunuh sel kanker. Hal ini telah dibuktikan Dahlan Iskan.
Mantan Menteri BUMN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu bertandang ke Tarakan, Sabtu (1/9) lalu. 
Bersama sang istri, Nafsiah Sabri, Dahlan mencoba berbagi tips dan mendemokan khasiat jus pare kepada Direksi Radar Tarakan Group (RTG) di salah satu hotel.
Meski terlihat lelah, namun pencetus dan pemilik sepatu Dahlan Iskan itu begitu terbuka dan mau berbagi tips kesehatan yang dia lakukan setiap harinya. 
Sembari menunggu sayur pare disiapkan, Dahlan menjelaskan sayur pare bisa mengobati beberapa jenis penyakit.

Selain terdapat vitamin A, pare juga mengandung bioaktif yang berfungsi sebagai antidiabetes yang mampu menekan dan menangkal sel kanker. Selain itu kandungan lecithin-nya juga bisa meningkatkan daya imunitas pada tubuh,” ungkapnya.
Jadi, jika ingin melakukan detoksifikasi dalam tubuh, maka jangan ragu makan atau minum jus pare. 
“Biasanya orang berpikiran ngeri duluan karena pahitnya. Ingat, orang yang sukses itu biasanya yang kuat menderita. Artinya tidak manja, tidak suka mengeluh, dan tidak mudah emosi,” bebernya.
Bersama rombongan RTG, Dahlan menunjukkan keahliannya mengelola jus pare. 
Perlahan-lahan sayur ia belah dan membuang bijinya, kemudian dicuci lalu dimasukkan ke juicer (alat khusus pembuat jus).
Setelah jus pare selesai dibuat, Dahlan mengambil jus dengan takaran sebanyak 600 milliliter, lalu diminumnya. Tak ada raut wajah yang terlihat akibat merasakan kepahitan. 
Dahlan menjelaskan, selama ini dirinya tak pernah lupa bahkan sudah menjadi kebiasaan di manapun dirinya berada, untuk mengkonsumsi jus pare sebanyak 600 mililiter setiap harinya saat sesudah makan siang.  
“Saya biasanya minum sebanyak 600 mililiter per hari, kalau ibu (istri) 400 mililiter,” kata mantan Dirut PT PLN (Persero) itu.

Namun, saat meminum jus, Dahlan memiliki cara tersendiri agar pencernaan tetap membaik. Sebelum jus ditelan, terlebih dahulu diputar-putar (bukan dikumur) di mulut.
Mengapa? Proses perputaran di mulut ini dimaksudkan agar jus pare bisa berinteraksi dengan enzim. 
“Pencernaan itu ada tiga. Jangan berpikir bahwa pencernaan itu ditafsirkan hanya di perut saja, karena gigi juga bagian dari pencernaan,” tuturnya.
“Kemudian, mulut yang berinteraksi dengan ludah juga merupakan bagian dari pencernaan. Sehingga, bila sudah digigit kemudian dicampur dengan enzim dan masuk ke perut, sudah setengah tercerna, sehingga kerja perut lebih ringan dan enak,” lanjutnya.
Kebiasaan mengkonsumsi  jus pare ini baru dilakukan sejak tiga bulan lalu, yakni saat masih berada di Amerika Serikat.
Awalnya, Dahlan mengetahui dari Mr Robert asal Singapura yang telah mengalami penyakit gula yang sudah kronis selama kurun waktu 10 tahun. 
Robert kemudian tidak lagi mengkonsumsi obat-obatan dan menggantinya dengan mengkonsumsi jus pare. 
“Jadi saat itulah saya dan istri mulai mengkonsumsi jus pare ini. Selain dibuat jus, terkadang juga dimasak jadi sayuran,” bebernya.
Selama mengkonsumsi jus pare, Dahlan merasakan ada perubahan dalam dirinya. Ia merasakan perutnya sangat enteng hingga tekanan darahnya belakangan yang agak tinggi kembali normal.
Begitu juga tekanan gulanya sendiri tidak tinggi, dan kolestrol yang juga sejak dulu normal tetap normal. Intinya, seluruh parameter kesehatannya semuanya kembali normal.
Adapun efek yang akan dirasakan bagi pemula peminum jus tersebut, akan merasakan pencernaan tidak stabil. 
Namun, dikatakan Dahlan tidak perlu khawatir karena tidak menimbulkan sakit perut. “Bukan diare, tapi BAB biasa. Itu memperlancar pencernaan,” katanya.
Namun saat dikonsumsi kedua kali dan seterusnya, efek tersebut tidak akan ada lagi. Bagi pemula, bisa dimulai dengan takaran 400 mililiter. 
Jika sudah merasakan terbiasa, bisa dinaikkan dengan takaran 500 mililiter atau 600 mililiter, yang dilakukan secara perlahan-lahan. 
“Sekarang ini saya yang lebih rajin meminum jus pare ketimbang istri,” kata Dahlan. 
Pahit Kaya Manfaat
Nutrisionis dari Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC) Henny Pratiwi menyebut salah satu kandungan pare adalah Phyto Nutrient. “
Jadi, pare mengandung phyto nutrient terutama polipeptida-P. Zat ini merupakan insulin tanaman yang dikenal untuk menurunkan kadar gula darah,” ucap Henny, kemarin (2/10).
Penderita diabetes bisa memasukkan pare dalam menunya untuk mengendalikan kadar gula darahnya. Namun, pare tentu tak disarankan bagi mereka yang kadar gula darahnya rendah. 
Selain bermanfaat bagi penderita diabetes karena kandungan insulinnya, pare juga bermanfaat bagi ibu hamil dan janinnya. 
Sebab, pare mengandung folat. Zat ini baik dikonsumsi selama awal kehamilan karena mengurangi timbulnya cacat tabung saraf pada bayi baru lahir. 
“Pare segar adalah sumber folat yang baik. Sekitar 72 miligram per 100 gram,” imbuhnya.
Tak sedikit bayi lahir cacat karena kekurangan folat. Maka, kini banyak susu untuk ibu hamil yang menjadikan folat sebagai kandungan utamanya.
Tidak hanya itu, bagi bukan penderita diabetes dan ibu hamil, pare tetap bermanfaat. Sebab, buah ini kaya akan vitamin. Utamanya adalah vitamin A dan C. 
Kandungan tinggi vitamin C pada pare menjadi sumber antioksidan alami yang kuat dan membantu radikal bebas yang merusak tubuh manusia. 
Selain itu, dengan kombinasi vitamin A, senyawa ini membantu melindungi tubuh dari radikal oksigen yang diturunkan bebas dan spesies oksigen reaktif . Sehingga, bisa meminimalisasi penuaan, kanker, dan berbagai penyakit. 
“Tiap 100 gram pare mentah, menyediakan 84 miligram vitamin C. Angka ini terbilang tinggi untuk kebutuhan asupan vitamin C tubuh,” jelasnya.
Tak hanya untuk penuaan dini. Pare juga kaya akan serat. Sebab, pare dapat merangsang pencernaan. 
Tidak Cuma dalam pencernaan, tapi juga merangsang gerakan peristaltic pada makanan melalui usus sampai diekskresikan. 
Dengan demikian, pare akan membantu risiko gangguan pencernaan atau sakit perut karena sembelit.
Meski banyak manfaatnya, tetap saja mengonsumsi sesuatu tidak perlu berlebihan. Henny memperingatkan, segala yang berlebihan itu tidak baik. 
“Sejauh yang saya baca, konsumsi dalam jangka lama dan terus-menerus apakah aman atau tidak, itu masih diteliti. Sebab, daya  terima tubuh terhadap asupan makanan tiap orang itu berbeda-beda,” terang perempuan berjilbab tersebut.
Dia menambahkan, hal yang paling baik adalah mengenali diri sendiri dengan mengetahui apa yang dibutuhkan. 
Selain itu, berkonsultasi ke ahlinya juga baik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (ruryjamianto/ash/*/nyc/rom) 
thumbnail

On October 02, 2016 with No comments

Ilustrasi. Foto: Radar Nunukan

Ini peringatan serius bagi warga Palangka Raya yang SIM-nya hampir mati.
Warga diminta segera melakukan perpanjangan jika tak ingin mendapatkan masalah.
Pasalnya, SIM tak akan bisa diperpanjang meski hanya mati sehari.
Jika SIM mati, warga wajib mengurus dan membuat yang baru dengan mengulang semua proses dari awal.
Hal itu sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 09 Tahun 2012 pasal 28 ayat (3) tentang Perpanjangan SIM.
Selain itu, ada juga surat telegram ST/985/IV/2016 20 April 2016 huruf BBB poin 3. Isinya, untuk SIM yang telah lewat masa berlakunya walaupun satu hari tidak dapat diperpanjang dan harus membuat SIM baru.
“Pemilik SIM diwajibkan harus mengurus SIM baru. Tidak ada alasan telat sehari,” kata Kasatlantas Polres Palangka Raya AKP Maruli T Siregar, Sabtu (1/10).
Untuk itu, ia mengimbau warga  mengecek masa SIM yang dimiliki.

Dia mengatakan, proses perpanjangan SIM semakin mudah.
Terobosan terakhir yang dibuat oleh korps lalu lintas adalah SIM online antarpolres se-Indonesia.
Lebih dari 20 polres terhubung untuk pelayanan SIM online. Termasuk Polres Palangka Raya.
Misalnya, masyarakat yang berdomisili atau bekerja di Kalteng memegang SIM keluaran dari Polresta Surabaya.
Dia tak perlu lagi repot  kembali ke Surabaya untuk melakukan perpanjangan SIM. Yang bersangkutan bisa mengurus perpanjangan SIM di Polres Palangka Raya.
“Lebih mudah dan praktis. Saran saya, paling lambat dua minggu sebelum masa berlaku SIM habis, segera diurus dengan membawa syarat-syarat yang sudah ditentukan. Salah satunya fotocopy kartu identitas,” terangnya. (ram/pri/nto/jos/jpnn
thumbnail

On September 29, 2016 with No comments

Sembilan imigran yang terlibat prostitusi akhirnya dipindah ke rudemin Tanjungpinang lantaran sering berulah. Foto: batampos/jpg
Sembilan imigran yang terlibat prostitusi akhirnya dipindah ke rudemin Tanjungpinang lantaran sering berulah. Foto: batampos/jpg
Sembilan imigran asal Afghanistan dan Pakistan yang terlibat jaringan prostitusi atau jadi gigolo di Batam, Kepri akhirnya dikirim ke rumah detensi imigrasi (rudenim) Tanjungpinang, Rabu (28/9) lalu.
Pemindahan ini disebabkan beberapa WNA tersebut sering berbuat ulah. 
"Salah satunya, mencoba mengelabui petugas dengan pura-pura bunuh diri," kata Kepala kantor Imigrasi Batam, Agus Widjaja seperti diberitakan batampos (Jawa Pos Group) hari ini (29/9). 
Agus menuturkan mereka berusaha mencari perhatian dan sensasi.
Karena tak ingin kecolongan dan terjadi hal yang tak diinginkan, Agus memutuskan memindahkannya.
"Kalau di sini, penjaganya kurang. Dan fasilitasnya kurang memadai. Makanya kami pindahkan agar lebih gampang dikontrol," ungkapnya. 
Agus berharap dapat memberikan efek jera. Sehingga membuat para imigran lainnya, tak lagi berbuat makar di Batam. 
Di rudenim, sembilan orang tersebut dipisah dengan penghuni lainnya.

Sebab Agus tak ingin mereka memengaruhi penghuni rudenim lainnya. "Mereka akan kami isolasi dulu," ujarnya.
Saat ini masih ada satu orang WNA, bernama Justin alias Milad menetap di Batam. Sebab Justin ditengarai memiliki peran sentral dalam prostitusi online ini.
"Dia tokoh utamanya, jadi pihak Polresta masih membutuhkan keterangan dari dia (Justin,red)," ucapnya. 
Salah satu imigran yang dibawa ke Rudenim Tanjungpinang, Mohsin Ali, menyangkal telah berbuat salah selama ini.
Mohsin juga membantah tuduhan bahwa dirinya gigolo. 
"Saya atlet karate, dan tak akan pernah menjadi seorang gigolo. Saya tak tahu apa-apa. Sebab tiba-tiba saja mereka sudah menangkap saya dan menuduh berbuat kriminal," ucapnya dalam bahasa Inggris dari dalam bus detensi di Kantor Imigrasi Batam. 
Mereka dikawal 21 petugas imigrasi menggunakan dua bus imigrasi. "Menggunakan (kapal) roro, kami kawal dengan ketat," tukas Agus.(ska/ray/jpnn)
thumbnail

On September 15, 2016 with No comments


Inilah trend paling baru yang banyak diambil orang-tua : operasi caesar alami.
Langkah ini adalah alternatif lain untuk ibu terkecuali melahirkan dengan cara alami atau oeprasi caesar.
Video ini, yang diupload Sophie Message, seorang guru, menangkap




peristiwa mengagumkan saat seorang wanita melahirkan dengan cara caesar alami.
Klip tunjukkan bayi menggeliat keluar dari rahim ibunya sendirian lewat sayatan yang di buat dalam operasi caesar.



BACA JUGA :

Ingat !! Menikah Itu Tak Perlu Mewah dan Hamburkan Banyak Rupiah, Yang Penting Sah




Bayi baru lahir memerlukan waktu untuk keluar, sementara dokter serta perawat menontonnya.

 " Oh, saya lihat dia, " tuturnya ibunya waktu bayi lahir ke

dunia.
Video mengagumkan saat ini sudah jadi viral di sosial media. 


thumbnail

On September 15, 2016 with No comments



Seseorang ibu datang dari Malaysia menggunakankan popok bayi bermerk ini ke anaknya tetapi apa yang terjadi.?? anaknya mesti dibawa ke Tempat tinggal Sakit. Berikut ini pengalaman sang ibu.

Georgia, Times New Roman, serif;">Saya tidak nak tunjuk sisi k3m4luan anak saya, jadi saya pakaikan pampers. Datuk dia belikan pampers Huggies periode hari.
Awak semuanya mesti fikir yang Huggies yaitu merk terbaik serta popular.

Jadi, ini tiga gambar yang saya unggah untuk tatapan awak semuanya. Saksikan apa dampaknya pada kulit anak saya yang barusan menggunakan 2 x pampers ini. Pihak Huggies memiliki pendapat dengan memberi kompensasi berupa duit tunai bakal menyelesaikan permasalahan ini, namun tak.

Saya sangat terpaksa membawa anak ke tempat tinggal sakit sekian kali serta dokter memastikan kulitnya terbakar lantaran pampers dicemari bahan kimia.

Coba Google gambar 'Huggies Chemical Burns' serta awak bakal temukan hal yang kurang lebih sama seperti yang terjadi pada si kecil ini.

Saran saya pada ibu-ibu diluar sana, belilah pampers merk lain selain dari Huggies.

- Kaity Marie Copley

sumber : duniavvanita.blogspot.com

http://www.edukasi-kesehatan.com/2016/06/bunda-berhati-hatilah-kisah-seorang-ibu.htm
thumbnail

On September 06, 2016 with No comments

Obat-obatan ilegal yang kerap disalahgunakan tersebut antara lain berjenis Trihexyphenydyl, Heximer, Tramadol, Carnophen dan Somadryl serta Dextrometorphan
Tim gabungan Direktorat V Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Mabes Polri dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggeledah lima gudang di Kompleks Pergudangan Surya Balaraja, Banten. Penggeledahan itu dijalankan dalam operasi pemberantasan obat ilegal pada Jumat, 2 September 2016.

Dari penggeledahan tersebut, tim menemukan sejumlah obat ilegal yang dapat menimbulkan efek halusinasi. Yang mengejutkan, obat-obatan tersebut dijual bebas di pasaran.
" Temuan didominasi oleh obat yang sering disalahgunakan untuk menimbulkan efek halusinasi," kata Kepala BPOM Penny K Lukito di Mabes Polri, Selasa, 6 September 2016.

Obat-obatan ilegal yang kerap disalahgunakan tersebut antara lain berjenis Trihexyphenydyl, Heximer, Tramadol, Carnophen dan Somadryl serta Dextrometorphan.
Obat jenis Trihexyphenydyl dan Heximer merupakan obat anti-parkinson. Tetapi, bila digunakan secara berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan dan mempengaruhi aktivitas mental dan perilaku yang cenderung negatif.

" Tramadol merupakan pain killer konsentrasi tinggi yang apabi
la digunakan di luar dosis dapat membuat mabuk," kata Penny.
Menurut dia, berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM No. 7 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Obat-Obat Tertentu yang Sering Disalahgunakan, Trihexyphenydyl dan Tramadol termasuk dalam golongan Obat-Obat Tertentu (OOT).

" Industri farmasi yang menggunakan bahan baku OOT hanya boleh menggunakannya untuk keperluan produksinya sendiri dan tidak boleh memindahtangankan bahan OOT kepada pihak lain," ucap dia.
Adapun Carnophen dan Somadryl memiliki kandungan bahan aktif Carisoprodol. Selain itu, Dextrometorphan yang kerap digunakan untuk obat batuk juga disita.

Ketiga obat tersebut tergolong kerap disalahgunakan karena sering menimbulkan efek halusinasi. BPOM telah melarang peredaran ketiga jenis obat tersebut sejak 2013.
Pada kesempatan sama, Wakil Kepala Bareskrim Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Antam Novambar menyebut operasi ini sebagai langkah antisipatif. Sebab, kata dia, obat-obatan tersebut beredar dengan harga yang sangat terjangkau, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah.

" Ini menyelamatkan masyarakat bawah. Sebab, harganya Rp1.000-Rp2.000 (per tablet)," kata Antam.
Terkait kasus ini, Bareskrim belum menetapkan tersangka. Polisi masih memeriksa 16 saksi.
Polisi memperkirakan nilai kerugian yang disebabkan dari obat-obatan yang total berjumlah 41,28 juta butir itu mencapai Rp30 miliar.(Sah)

Sumber : Dream.co.id
thumbnail

On August 10, 2016 with No comments

Orangtua bayi perempuan berkepala dua baru saja terkena penggusuran PKL di kawasan Gresik Kota Baru (GKB). (Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Kelahiran bayi perempuan berkepala dua di Rumah Sakit Ibnu Sina, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mendapat perhatian beragam elemen masyarakat. Salah satunya adalah Kapolres Gresik AKBP Adex Yudiswan. Ia bersama jajarannya menjenguk bayi yang dilahirkan melalui operasi caesar tersebut. 

Kapolres Gresik bahkan siap menjadi orangtua asuh bagi bayi tersebut. Ia juga mengatakan siap membantu pendidikan bayi perempuan anak pasangan Wahyudi dan Sri Wahyuni. 

"Insya Allah saya akan bantu untuk pendidikannya, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan sampai kuliah," tutur Adex saat dikonfirmasi Liputan6.com melalui pesan singkat, Rabu malam, 10 Agustus 2016. 

Adex menegaskan dirinya akan mencarikan solusi untuk orangtua si bayi agar bisa berjualan di tempat yang layak. "Orangtua si bayi kan sehari-hari bekerja sebagai pedagang kali lima di kawasan Gresik Kota Baru (GKB) yang barusan kena gusuran, makanya saya akan carikan solusinya," kata Kapolres Gresik itu. 

"Dan setelah nanti berjalan normal, saya akan undang orangtua si bayi untuk masa depannya dan keluarga," ujar AKBP Adex. 

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RS Ibnu Sina Gresik, Maftukhan sebelumnya mengatakan diagnosis awal terhadap bayi saat di kandungan adalah kembar. Namun setelah empat dokter spesialis mengoperasi ibunya, bayi tersebut ternyata mempunyai dua kepala.

"Kondisi bayi saat pertama lahir adalah sesak, dengan berat badan 4.200 gram dan panjang 43 sentimeter dengan mempunyai dua kepala, jumlah tangan dua dan kaki dua, serta berjenis kelamin perempuan," ucap Maftukhan, seperti dilansir Antara, Selasa, 9 Agustus 2016

Ia mengatakan pada saat operasi, dokter ahli yang diturunkan sempat mendapatkan kesulitan. Namun karena tim bekerja sama secara solid, bayi berkepala dua tersebut berhasil dioperasi dengan selamat melalui proses waktu setengah jam.

"Kita sudah koordinasi dengan tim ahli bayi kembar yang ada di RSUD Dr Soetomo Surabaya, namun belum mendapatkan jawaban. Sehingga, saat ini kita tetap kondisikan bayi di RS Ibnu Sina agar tetap terjaga secara sehat," kata dia.

Sementara ayah sang bayi, Wahyudi (32) mengaku tidak mengetahui jika putrinya itu terlahir dengan dua kepala. Ia juga tidak mengira karena sang istri tak pernah memeriksakan diri saat bayi berada di kandungan.

Pasangan dari Sri Wahyuni ini mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada pihak rumah sakit dan berharap adanya bantuan perawatan dari pemerintah daerah setempat. Sebab, ia hanya berprofesi sebagai pedagang kali lima di kawasan Gresik Kota Baru (GKB).

"Sepenuhnya, kami serahkan perawatan bayi kedua kami kepada pihak rumah sakit, dan kami berharap ada bantuan untuk kesembuhan putri kedua kami," ucap ayah bayi berkepala dua tersebut.

Sumber : Liputan6.com
thumbnail

On August 09, 2016 with 1 comment

post-feature-image

Di tengah era modernisasi seperti saat ini, sangat jarang ditemukan orang-orang yang rela membantu orang lain, tanpa mengharapkan imbalan. Apalagi menyangkut profesi yang disandang.


Di tengah era modernisasi seperti saat ini, sangat jarang ditemukan orang-orang yang rela membantu orang lain, tanpa mengharapkan imbalan. Apalagi menyangkut profesi yang disandang.

Namun, hal itu tak berlaku bagi Aznan Lelo. Dokter farmakologi yang membuka praktik di rumahnya di Jalan Puri, Kelurahan Kota Matsum, Medan, Sumatera Utara ini selalu didatangi ratusan pasien setiap harinya.

Tidak seperti dokter umumnya yang memasang papan nama di depan rumahnya, Buya Aznan Lelo, sapaan akrabnya, justru tidak melakukan itu. Kendati, pasien tetap percaya dan kembali berdatangan.

"Saya juga heran kenapa mereka banyak yang datang, padahal tidak ada papan nama. Bagi saya semua pasien tetap harus dilayani," kata Aznan saat ditemui Liputan6.com, Medan, Sumatera utara, Sabtu 5 Maret 2016.

Disinggung tarif berobat, pria kelahiran Bukit Tinggi 2 Desember 1951 ini menegaskan, dirinya tidak pernah mematok harga sepeser pun. Bagi dia, profesi seorang dokter sejatinya membantu orang sakit.

"Tidak pernah saya minta pasien, kalau mereka berobat tidak pernah saya tetapkan tarifnya, tapi kalau mereka memberi ya saya terima. Saya tidak mau terima langsung, istri saja yang membukanya," ucap Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) ini.

Aznan menyebut, praktik pengobatan ini mulai sejak 1978. Saat itu ia membuka praktik di kediaman orangtuanya, yang hanya berjarak 2 rumah dari kediamannya sekarang. Kemudian dia sempat berhenti pada 1983, saat ada kesempatan mengambil gelar Ph.D di Australia.

Dicekal

Namun, rencana tersebut awalnya tidak berjalan mulus. Saat hendak berangkat ke Negeri Kanguru, Aznan sempat dicekal pemerintah. Ketika itu ia dinilai sebagai aktivis Islam ekstremis dan sempat disamakan dengan orang-orang yang dilarang ke luar negeri.

"Sempat dicekal, tapi aku terus berjuang dan berusaha. Di sinilah aku berpikir bahwa kalau memang rezeki, pasti tidak lari dan akhirnya aku berangkat. Semua dibiayai pemerintah," ungkap pria yang memulai kuliah jurusan kedokteran sejak 1971 hingga 1978.

Saat kembali ke Indonesia pada 1987, awalnya Aznan tidak ingin membuka praktik. Namun, beberapa pasien yang pernah berobat kepada dia datang lagi, dan berharap agar dia membuka praktik, membantu masyarakat yang sakit.

"Kalau aku gunakan profesi dokterku ini untuk jadi kaya, aku pasti sudah kaya. Tapi aku enggak mau, bagiku orang miskin lebih menghargai profesi dokter, dibandingkan orang kaya. Itu yang buat aku senang jalani profesi seperti ini," ujar dia.
Terlahir dari ayah dan ibu yang berprofesi sebagai tukang jahit, Aznan yang saat ini menginjak 64 tahun, tidak pernah memiliki cita-cita sebagai dokter.

Sebagai anak yang suka pelajaran matematika saat di bangku sekolah, Aznan sangat mendambakan menjadi seorang sarjana nuklir.

"Abang saya bilang, saya jago matematika, ngapain jadi sarjana nuklir? Bagusnya jadi dokter," kenang dia.

"Ditanya lebih dulu lagi, kepala sekolah SD pernah nanya juga, mau jadi apa? Mau jadi orang berguna, tetapi beda dari yang lain. Rasanya sudah kesampaian sekarang," sambung Aznan.

Dukungan Istri

Meski profesi yang disandangnya kini bisa saja dapat menghasilkan banyak uang, namun Aznan enggan melakukan. Sang istri, Rahmayanti Yoesran, juga tidak pernah mengeluhkan.

"Buya kegiatannya dari pagi mengajar, kemudian buka praktik sore hari, tapi enggak pernah ngeluh capek atau sakit. Buya selalu mengaku senang dengan apa yang dilakukannya. Saya juga dukung kalau Buya seperti ini," kata Rahmayanti.

Perempuan 50 tahun ini mengaku, kepada anak-anaknya, Aznan tidak pernah menuntut mereka harus menyandang profesi tertentu.

Alhasil, tanpa tekanan dan dibesarkan dengan nilai-nilai kemanusiaan serta norma-norma agama, 2 dari 3 anak mereka menjadi seorang dokter. Sedangkan seorang lainnya lulusan sarjana hukum.

"2 Orang ngikut Buya jadi dokter, kalau yang paling besar lulusan sarjana hukum," ujar dia.

Terkait pasien yang sering berobat kepada Aznan, Rahmayanti menuturkan, kebanyakan pasien datang dari Kota Medan. Namun ada juga beberapa pasien dari luar kota, bahkan dari luar negeri, seperti Malaysia dan Belanda.

"Saya tidak ingat tahun berapa, ada pasien datang dari Belanda dan Malaysia datang. Kita juga enggak tahu mereka dapat informasi dari mana. Buya juga kaget, tapi tetap dilayani dan tidak dikenakan tarif, seikhlasnya saja. Buya tidak pernah minta," cerita dia.

Penanganan Berbeda

Sementara, seorang pasien asal Aceh, Faisal, yang kebetulan sedang berobat mengaku, awalnya tidak percaya ada dokter seperti Aznan. Lalu, dia mencari informasi di internet, dan ternyata banyak yang membahas dokter bersuku Minang tersebut.

"Saya awalnya enggak percaya, kemudian coba-coba kemari, dan ternyata benar, penyakit kelenjar leher saya sudah mulai membaik sejak pertama kali berobat tahun lalu," kata dia

Saya rutin berobat sama Buya, penanganannya juga beda. Pendekatannya sangat baik," sambung Faisal.

Pasien lainnya, Hernawati, juga menyebut hal yang sama. Perempuan yang tinggal di kawasan Kota Binjai ini mengaku, baru pertama kali berobat di tempat Aznan.

Setelah memberikan keluhannya, Herna, sapaan akrabnya, diperiksa sebentar. Kemudian dia diberikan resep untuk membeli di toko obat.

"Resepnya juga terjangkau, enggak mahal. Buya bilang sakit saya tidak parah, dan hanya perlu jaga makan agar tidak kambuh lagi. 3 Hari lagi disuruh cek kemari lagi," ucap wanita yang mengeluhkan nyeri di bagian perutnya ini. (lp)

Sumber : Nusanews.com