Search This Blog

thumbnail

On June 19, 2017 with No comments

Linimasa kini dipenuhi dengan gambar-gambar masjid dari berbagai daerah maupun dari luar negeri. Tak terkecuali salah satu masjid unik berbentuk Kakbah ini yang berasal dari Subang, Jawa Barat.
Kakbah merupakan bangunan suci yang menjadi kiblat umat Islam se-dunia. Kakbah menjadi rujukan bagi umat Islam yang hendak melaksanakan salat. Bagi umat Islam di Indonesia posisi kiblat menghadap ke arah barat. Penentuan arah kiblat kini lebih modern karena menggunakan bantuan GPS.
Kakbah memiliki ketinggian sekitar 14 meter. Pintunya berlapiskan emas murni seberat 280 kilogram. Sementara panjang kuncinya saja sektiar 40 sentimeter. Dalam kesehariannya, proses pembersihan area Masjidil Haram dilakukan oleh hampir 1900 orang pekerja.
Masjid At-Toyibah, Subang memang beda dari bentuk masjid umumnya yang memiliki kubah. Masjid ini benar-benar dibangun mirip dengan bangunan Kakbah di Masjidil Haram Mekah. Masjid ini alamat di Jalan Kalijati Timur, Desa Kalijati Timur, Kecamatan Kalijati, Subang, Jawa Barat, seperti dihimpun Reservasi, Selasa (13/6/2017).
Luasnya diperkirakan sekitar 2.800 meter persegi. Bahkan bentuk masjid ini memiliki bagian tempat hajar aswad di sudut bangunannya, tak ketinggalan juga replika hijir Ismail. Dari warnanya pun disamakan dengan bangunan Kakbah aslinya. Bedanya masjid unik berbentuk Kakbah ini tidak ditutupi dengan kiswah atau kain penutup Kakbah melainkan dengan cat tembok dan hiasan kaligrafi indah yang mengelilingi bangunan.
Masjidil Haram bisanya sudah dipenuhi jamaah dari berbagai penjuru dunia pada 10 hari terakhir bulan Ramadan. Pada malam-malam ganjil, Masjidil Haram semakin penuh oleh para jamaah yang melakukan ibadah umrah hingga salat sunnah lainnya. Banyak yang merindukan bisa kembali melihat Kakbah. Tak heran jika saat bulan Ramadan permintaan visa Umrah biasanya sudah ditutup untuk menghindari jamaah yang membludak dari pelosok negeri.
thumbnail

On January 04, 2017 with No comments



Anjuran Rasulullah untuk berwudhu sebelum tidur telah disampaikan sejak 1400 tahun yang lalu. Sayangnya, saat ini banyak muslim yang menganggap remeh hal ini. Padahal, ada rahasia yang luar biasa di balik wudhu sebelum tidur.

Peneliti dari Universitas Alexsandria, dr musthafa syahatah, yang sekaligus menjabat sebagai Dekan Fakultas THT, menyebutkan bahwa jumlah kuman pada orang yang berwudhu lebih sedikit dibanding orang yang tidak berwudhu.

Dengan ber-istisnaq (menghirup air dalam hidung) misalnya kita dapat mencegah timbulnya penyakit dalam hidung. Dengan mencuci kedua tangan, kita dapat menjaga kebersihan tangan. Kita juga bisa menjaga kebersihan kulit wajah bila kita rajin berwudhu. Selain itu, kita juga bisa menjaga kebersihan daun telinga dan telapak kaki kita, artinya dengan sering berwudhu kita dapat menjaga kesehatan tubuh kita.

Lalu, bagaimana jika berwudhu dilakukan sebelum tidur? Nah, para pakar kesehatan di dunia senantiasa menganjurkan agar kita mencuci kaki mulut dan muka sebelum tidur. Bahkan, sejumlah pakar kecantikan memproduki alat kecantikan agar dapat menjaga kesehatan kulit muka.

Di samping itu tentunya anjuran untuk berwudhu juga mengandung nilai ibadah yang tinggi. Sebab ketika seseorang dalam keadaan suci. Jika seseorang berada dalam keadaan suci, berarti ai dekat dengan Allah. Karena Allah akan dekat dan cinta kepada orang-orang yang berada dalam keadaan suci.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba mu si fulan, kerana ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci’,” (HR Ibnu Hibban dari Ibnu Umar r.a.)

Hal ini juga ditulis dalam kitab tanqih al-Qand al-Hatsis karangan syekh muhamad bin umar an-nawawi al-mantany. Dari umar bin harits bahwa nabi bersabda: “Barangsiapa tidur dalam keadaan berwudhu, maka apabila mati disaat tidur maka matinya dalam keadaan syahid disisi allah. Maksudnya orang yang berwudhu sebelum tidur akan memperoleh posisi yang tinggi disisi Allah.

Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa berwudhu sebelu tidur merupakan anjuran nabi yang harus dikerjakan bila seseorang ingin memperoleh kemuliaan disisi Allah.
loading...
thumbnail

On January 02, 2017 with No comments

Wahai Para Istri.. Jadikanlah suamimu yang paling paling utama setelah Tuhanmu. Jadikanlah suamimu yang paling paling engkau taati dibandingkan Ayah Ibumu.


Wahai Para Istri.. Jadikan ridha suamimu yang paling engkau harapkan dibandingkan Ayah Ibumu. Ketauhilah bahwa suamimu adalah jaminan surga bagimu.

Wahai Para Istri.. Ingatlah jika ada sikap, ucapan serta perbuatanmu yang membuat suamimu marah. Maka segeralah memohon maaf kepadanya. Agar Allah tak ikut murka karena ulahmu.

Wahai Para Istri.. Pancarkan aura kasih sayang penuh kelembutan dari wajahmu. Lontarkan kata-kata penyejuk jiwa penuh doa untuk suamimu. Berikan sentuhan-sentuhan mesra dari tangan halusmu. Tunjukkan bahwa dirimu adalah mahkota bagi suamimu. Agar dari rahimmu lahirkan buah hati yang akan taat beragama.

Wahai Para Istri.. Sungguh suamimu adalah tempat dirimu melahirkan sakinah (ketenangan). Suamimu adalah laksana benteng pelindung bagimu dan anak-anakmu. Suamimu adalah sumber kebahagiaan dalam keluargamu.

Suamimu adalah sumber kemuliaan dan yang akan mengangkat derajatmu di hadapan-Nya.

Dan ridha suamimu adalah penentu apakah Allah akan meridhaimu untuk bertahta di singgasana Surga-Nya.
loading...
thumbnail

On December 30, 2016 with No comments

satu perintah suci yang wajib dikerjakan, terutama bila memanglah kita
mempunyai kekuatan serta kesiapan dalam soal mental serta finansial. Lantaran terang, menikah tidak cuma satu pengikatan dua orang untuk melakukan hidup bersama, tetapi bagaimana mereka bisa melakukan kehidupan sebagai keluarga dengan cara baik serta pastinya sesuai sama ajaran agama semasing pasangan.

INI ALASAN LEBIH BAIK MENIKAH DI USIA MUDA.!!! DARI PADA PACARAN NGAK!.YANG SETUJU SHARE..


Karena itu, banyak pasangan menanti mereka mapan dengan cara finansial serta mental sebelumnya mereka mengambil keputusan untuk menikah, tetapi seringkali banyak juga pasangan di umur muda yang memutuskan untuk menikah, terutama bila mereka memanglah telah siap serta dapat. Serta butuh kalian kenali kalau ada banyak faedah yang dapat diperoleh dengan menikah di umur muda loh guys.

1. Lebih Terbangun dari Godaan Dosa
Kita ketahui kalau berpacaran begitu rawan dengan godaan yang menjurus pada dosa dan maksiat, terutama bila pasangan muda yang penuh gelora itu tak dapat menahan diri serta udara nafsu mereka, maka sudahlah pacaran jadi satu dosa yang bakal menjerumuskan mereka.

Seperti sabda Rasulullah itu, menikah di umur muda itu lebih menolong untuk menundukkan pandangan serta akan lebih gampang pelihara kemaluan.

Jadi seseorang yang menikah di umur muda lebih terjaga dari dosa, dari mulai zina mata, zina hati, ataupun zina tangan.

2. Menikah Muda Lebih Bahagia
Hal semacam ini berdasarkan satu Penelitian National Marriage Project’s 2013 di Amerika Serikat (AS) tunjukkan, persentase paling tinggi orang yang terasa senang dengan satu kehidupan pernikahan yaitu mereka yang menikah di umur 20 hingga umur 28 th..

Lantaran darah muda penuh dengan ego serta ambisi, jadi pasangan yang menikah di umur muda lebih bahagia.

3. Menikah di Umur Muda Bikin Kalian Lebih Puas dalam Bercinta
Pasangan yang menikah di umur 20-an cenderung lakukan jalinan seksual, serta lebih sering dari pada mereka yang menikah lebih tua.

Hasil studi Dana Rotz dari Harvard University pada 2011 tunjukkan kalau dengan tunda umur menikah empat th. berkaitan dengan penurunan satu kali
jalinan seksual dalam satu bulan. Sedang dalam tingkat kepuasan, menikah di umur muda dengan support fisik yang masih sempurna bikin suami istri lebih nikmati jalinan mereka.

4. Menikah
Muda Bikin Emosi Lebih Terkontrol Menikah di umur muda terbukti lebih cepat mendewasakan tiap-tiap pasangan. Serta berarti, menikah serta berumah tangga bikin diri seorang lebih termonitor emosinya. Hal semacam ini di pengaruhi oleh ada satu ketenangan yang ada searah dengan adanya pendamping serta tersalurkannya keperluan batinnya.

Hasil studi sosiolog Norval Glenn serta Jeremy Uecker di th. 2010 juga mendukung hal semacam itu. Lantaran menurut hasil studi itu, menikah pada umur muda semakin lebih berguna dari segi kesehatan serta kekuatan mengontrol emosi.

5. Menikah Muda Lebih Mudah Mencapai Kesuksesan

0in; text-align: justify;"> Beberapa orang mungkin tunda menikah dengan argumen meraih tahap karier spesifik. Walau sebenarnya, waktu seorang sudah menikah, ia jadi lebih tenang, rasakan sakinah. Dengan ketenangan serta stabilnya emosi, jadi ia dapat

 lebih konsentrasi dalam meniti karier serta bekerja apapun.

Karena itu tak mengherankan bila saat ini orang-orang yang berhasil di umur 40-an yaitu mereka yang sudah memutuskan menikah di umur 20-an.

6. Menikah Muda Lebih Baik Untuk Saat Depan Anak-Anak

Tambah baik untuk hari esok anak-anak ini bukanlah bermakna menikah di umur muda sangat mungkin anak telah dewasa waktu pensiun.

Walau hal semacam itu dapat juga jadi salah satu pertimbangan utama. Tetapi yang lebih utama lagi, kalau menikah di umur muda serta mempunyai buah hati di umur muda, waktu anda serta pasangan belum mapan secara ekonomi bermakna kalian bisa mendidik anak-anak dengan cara segera rasakan perjuangan kehidupan.

 Berarti mereka sudah mencicipi perjuangan hidup orang tuanya. Lantaran jangan pernah anak-anak cuma tahu hidup enak tanpa ada rasakan hidup yaitu satu perjuangan.

Nah, dalam haditsnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan beberapa syabab untuk menikah.

“Wahai pemuda, barangsiapa diantara kalian sudah dapat jadi hendaknya menikah, lantaran ia lebih menundukkan pandangan serta lebih pelihara kemaluan. Serta barangsiapa yang belum dapat, jadi sebaiknya ia berpuasa, sebab ia bisa mengekangnya. ” (HR Bukhari)

Simak penjelasan tentang “Mau Jodohnya Didekatkan? Anda Mesti Cobalah 14 Langkah Ini! ”
Dalam soal ini umur syabab yaitu umur sesesorang yang sudah meraih saat aqil-baligh serta usianya belum meraih tiga puluh th.. Asalkan telah mempunyai ba’ah (kekuatan), jadi ia disarankan untuk selekasnya menikah. Serta saat ini dapat dibuktikan, banyak faedah menikah di umur muda dibalik perintah Rasulullah ini. Jadi, ingin tunggu apa lagi?
thumbnail

On December 30, 2016 with No comments

Sedekah adalah perbuatan untuk
memberbagi materi alias jasa dengan tujuan meringankan beban alias memtersanjungkan nasib orang lain. Tak hanya barang serta uang, bahkan senyum pun telah dikualitas sebagai suatu  sedekah.

Subhanallah! Inilah 6 Janji Allah Untuk Orang Yang Rajin Sedekah, No 4 Paling Istimewa


Tindakan ini adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sebab tidak hanya bisa menolong sesama, Allah SWT juga bakal membalasnya dengan pahala bagi mereka yang tulus ikhlas  meperbuatnya.

Nyatanya, sedekah ini mempunyai beberapa macam keutamaan serta kegunaaan. Faktor ini sesuai dengan janji Allah yang tersedia dalam Al-Qur’an serta hadist. Lalu  apa sajakah janji Allah terhadap orang-orang yang bersedekah? Berikut ini ulasan selengkapnya.

1. Sedekah bisa Menghilangkan Dosa

Janji Allah yang pertama bagi orang yang rajin bersedekah adalah bahwa sedekah itu bisa menghilangkan dosa orang yang mengerjakannya. Faktor ini tertera dalam suatu  hadist, Rasulullah SAW bersabda:

"Sedekah bisa menghilangkan dosa sebagaimana air memadamkan api." [HR. Tirmidzi]

Akan tetapi, janji tersebut bakal dipenuhi apabila sedekah itu disertai dengan taubat atas dosa yang telah diperbuat. Terlebih lagi apabila orang yang dengan sengaja meperbuat maksiat semacam korupsi, memakan riba, mencuri. Mengambil hak anak yatim serta lainnya, tak berlaku sedekahnya apabila ia bersedekah hanya berfungsi supaya dosa-dosanya tersebut impas.
.
2. Memperoleh Naungan di Hari Akhir

Tidak hanya bisa menghilangkan dosa, nyatanya amalan sedekah juga dijanapabilan bakal mendapat naungan di hari akhir nanti. Rasulullah SAW menceritakan tentang 7 tipe manusia yang mendapat naungan di hari akhir yang ketika itu tak ada lagi naungan tidak hanya naungan dari Allah. Salah satu jenisnya adalah mereka yang rajin
bersedekah.

"Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu hingga-sampai tangan kirinya tak mengenal apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya." [HR. Bukhari]

3. Allah Melipatgandakan Pahala Orang yang Bersedekah
Janji Allah selanjutnya terhadap mukmin yang rajin bersedakah adalah Allah bakal melipatgandakan pahala bagi mereka. Faktor tersebut sesuai dengan firman Allah Ta’ala yang artinya:

"Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah serta Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan serta meminjamkan terhadap Allah pinjaman yang baik, niscaya bakal dilipatgandakan (ganjarannya) terhadap mereka; serta bagi mereka pahala yang tak sedikit." [QS. Al-Hadid ayat 18]

4. Tersedia Pintu Surga yang Hanya bisa Dimasuki Orang yang Bersedekah
Dalam suatu  hadits, Rasulullah bersabda : "Orang memberbagi menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia bakal dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: "Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan" Apabila ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia bakal dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka bakal dipanggil dari pintu jihad, apabila ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah bakal dipanggil dari pintu sedekah." [HR. Bukhari serta Muslim]

5. Bisa Membebaskannya dari Siksa Kubur
Selain memperoleh surga yang khusus, orang yang rajin bersedekah juga dijanapabilan bakal dibebaskan dari siksa kubur. Rasulullah SAW bersabda,

"Sedekah bakal memadamkan api siksaan di dalam kubur." [HR. Ath-Thabrani]

6. Menjauhkan Diri dari Api Neraka
Janji Allah terbaru terhadap mereka yang rajin bersedekah adalah bakal menjauhkan diri dari api neraka. Nyatanya meskipun hanya sedekah dengan jumlah yang sedikit, tetapi sedekah tersebut mempunyai andil untuk menjauhkan diri dari api neraka. Terus tak sedikit sedekah yang diperbuat, maka bakal terus jauhlah darinya. Rasulullah SAW bersabda:

"Jauhilah api neraka, meski hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Apabila kalian tak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah" [HR. Bukhari serta Muslim]

Demikianlah ulasan tentang enam janji Allah SWT terhadap mukmin yang rajin bersedekah. Sungguh tak sedikit keutamaan yang bakal diperoleh mukmin yang gemar bersedakah ini. Untuk itu, keluarkan sedikit harta untuk bersedekah, supaya Allah memberbagi kami janji-janji mulia tersebut.

Sumber :  insyallah.org
thumbnail

On December 30, 2016 with No comments

Di bawah ini adalah 10 perilaku yang harus dihindari oleh para istri,
agar tidak menjadi golongan istri durhaka kepada suami, diantaranya adalah:

Inilah 10 Perilaku Istri Durhaka Kepada Suami,No 4 Paling Banyak Dilakukan


1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna
Sebelum menikah, seorang wanita membayangkan pernikahan yang begitu indah, kehidupan yang sangat romantis sebagaimana ia baca dalam novel maupun ia saksikan dalam sinetron-sinetron.
Ia memiliki gambaran yang sangat ideal dari sebuah pernikahan. Kelelahan yang sangat, cape, masalah keuangan, dan segudang problematika di dalam sebuah keluarga luput dari gambaran nya.
Ia hanya membayangkan yang indah-indah dan enak-enak dalam sebuah perkawinan.
Akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua itu, ia tidak siap. Ia kurang bisa menerima keadaan, hal ini terjadi berlarut-larut, ia selalu saja menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran ideal yang senantiasa ia impikan sejak muda.
Seorang wanita yang hendak menikah, alangkah baiknya jika ia melihat lembaga perkawinan dengan pemahaman yang utuh, tidak sepotong-potong, romantika keluarga beserta problematika yang ada di dalamnya.

2. Nusyus (tidak taat kepada suami)
Nusyus adalah sikap membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Wanita yang melakukan nusyus adalah wanita yang melawan suami, melanggar perintahnya, tidak taat kepadanya, dan tidak ridha pada kedudukan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tetapkan untuknya.
Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya adalah:
Menolak ajakan suami ketika mengajaknya ke tempat tidur, dengan terang-terangan maupun secara samar.
Mengkhianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan gelap dengan pria lain.
Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah
Lalai dalam melayani suami
Mubazir dan menghambur-hamburkan uang pada yang bukan tempatnya
Menyakiti suami dengan tutur kata yang buruk, mencela, dan mengejeknya
Keluar rumah tanpa izin suami
Menyebarkan dan mencela rahasia-rahasia suami.
Seorang istri shalihah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Tentu saja bukan ketaatan dalam kedurhakaan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan dalam maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka. Ketaatan istri seperti ini sangat besar pengaruhnya dalam menumbuhkan cinta dan memelihara kesetiaan suami.

3. Tidak menyukai keluarga suami
Terkadang seorang istri menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya tercurah pada dirinya. Tak boleh sedikit pun waktu dan perhatian diberikan kepada selainnya. Termasuk juga kepada orang tua suami. Padahal, di satu sisi, suami harus berbakti dan memuliakan orang tuanya, terlebih ibunya.
Salah satu bentuknya adalah cemburu terhadap ibu mertuanya. Ia menganggap ibu mertua sebagai pesaing utama dalam mendapatkan cinta, perhatian, dan kasih sayang suami. Terkadang, sebagian istri berani menghina dan melecehkan orang tua suami, bahkan ia tak jarang berusaha merayu suami untuk berbuat durhaka kepada orang tuanya. Terkadang istri sengaja mencari-cari kesalahan dan kelemahan orang tua dan keluarga suami, atau membesar-besarkan suatu masalah, bahkan tak segan untuk memfitnah keluarga suami.
Ada juga seorang istri yang menuntut suaminya agar lebih menyukai keluarga istri, ia berusaha menjauhkan suami dari keluarganya dengan berbagai cara.
Ikatan pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan dalam sebuah lembaga pernikahan, namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Kedua orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri, demikian sebaliknya. Menjalin hubungan baik dengan keluarga suami merupakan salah satu keharmonisan keluarga. Suami akan merasa tenang dan bahagia jika istrinya mampu memposisikan dirinya dalam kelurga suami. Hal ini akan menambah cinta dan kasih sayang suami.

4. Tidak menjaga penampilan
Terkadang, seorang istri berhias, berdandan, dan mengenakan pakaian yang indah hanya ketika ia keluar rumah, ketika hendak bepergian, menghadiri undangan, ke kantor, mengunjungi saudara maupun teman-temannya, pergi ke tempat perbelanjaan, atau ketika ada acara lainnya di luar rumah. Keadaan ini sungguh berbalik ketika ia di depan suaminya. Ia tidak peduli dengan tubuhnya yang kotor, cukup hanya mengenakan pakaian seadanya: terkadang kotor, lusuh, dan berbau, rambutnya kusut masai, ia juga hanya mencukupkan dengan aroma dapur yang menyengat.
Jika keadaan ini terus menerus dipelihara oleh istri, jangan heran jika suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar ketimbang di rumah. Semestinya, berhiasnya dia lebih ditujukan kepada suami Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan oleh Allah diberikan kepada orang lain, padahal suami nya di rumah lebih berhak untuk itu.

5. Kurang berterima kasih
Tidak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan. Ia tidak puas dengan apa yang diberikan suami, meskipun suaminya sudah berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keinginan-keinginan istrinya.
Istri kurang bahkan tidak memiliki rasa terima kasih kepada suaminya. Ia tidak bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya lewat suaminya. Ia senantiasa merasa sempit dan kekurangan. Sifat qona’ah dan ridho terhadap apa yang diberikan Allah kepadanya sangat jauh dari dirinya.
Seorang istri yang shalihah tentunya mampu memahami keterbatasan kemampuan suami. Ia tidak akan membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami. Ia akan berterima kasih dan mensyukuri apa yang telah diberikan suami. Ia bersyukur atas nikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya, dengan bersyukur, insya Allah, nikmat Allah akan
bertambah.
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,
dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”

6. Mengingkari kebaikan suami

“Wanita merupakan mayoritas penduduk neraka.” Demikian disampaikan Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah shalat gerhana ketika terjadi gerhana matahari.
Ajaib!! wanita sangat dimuliakan di mata Islam, bahkan seorang ibu memperoleh hak untuk dihormati tiga kali lebih besar ketimbang ayah. Sosok yang dimuliakan, namun malah menjadi penghuni mayoritas neraka. Bagaimana ini terjadi?
“Karena kekufuran mereka,” jawab Rasulullah Shallallahu’Alaihi wa Sallam ketika para sabahat bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Apakah mereka mengingkari Allah?
Bukan, mereka tidak mengingkari Allah, tapi mereka mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah diperbuat suaminya. Andaikata seorang suami berbuat kebaikan sepanjang masa, kemudian seorang istri melihat sesuatu yang tidak disenanginya dari seorang suami, maka si istri akan mengatakan bahwa ia tidak melihat kebaikan sedikitpun dari suaminya. Demikian penjelasan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari (5197).
Mengingkari suami dan kebaikan-kebaikan yang telah dilakukan suami!!
Inilah penyebab banyaknya kaum wanita berada di dalam neraka. Mari kita lihat diri setiap kita, kita saling introspeksi, apa dan bagaimana yang telah kita lakukan kepada suami-suami kita?
Jika kita terbebas dari yang demikian, alhamdulillah. Itulah yang kita harapkan. Berita gembira untukmu wahai saudariku.
Namun jika tidak, kita (sering) mengingkari suami, mengingkari kebaikan-kebaikannya,  maka berhati-hatilah dengan apa yang telah disinyalir oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bertobat,  satu-satunya pilihan utuk terhindar dari pedihnya siksa neraka. Selama matahari belum terbit dari barat, atau nafas telah ada di kerongkongan,  masih ada waktu untuk bertobat. Tapi mengapa mesti nanti? Mengapa mesti menunggu sakaratul maut?
Janganlah engkau katakan besok dan besok wahai saudariku; kejarlah ajalmu,  bukankah engkau tidak tahu kapan engkau akan menemui Robb mu?
“Tidaklah seorang isteri yang menyakiti suaminya di dunia, melainkan isterinya (di akhirat kelak): bidadari yang menjadi pasangan suaminya (berkata): “Jangan engkau menyakitinya, kelak kamu dimurkai Allah, seorang suami begimu hanyalah seorang tamu yang bisa segera berpisah dengan kamu menuju kami.” (HR. At Tirmidzi, hasan)
Wahai saudariku, mari kita lihat, apa yang telah kita lakukan selama ini , jangan pernah bosan dan henti untuk introspeksi diri,  jangan sampai apa yang kita lakukan tanpa kita sadari membawa kita kepada neraka, yang kedahsyatannya tentu sudah Engkau ketahui.
Jika suatu saat, muncul sesuatu yang tidak kita sukai dari suami; janganlah kita mengingkari dan melupakan semua kebaikan yang telah suami kita lakukan.
“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR.Ahmad)

7. Mengungkit-ungkit kebaikan
Setiap orang tentunya memiliki kebaikan, tak terkecuali seorang istri. Yang jadi masalah adalah jika seorang istri menyebut kebaikan-kebaikannya di depan suami dalam rangka mengungkit-ungkit kebaikannya semata.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima).” [Al Baqarah: 264]
Abu Dzar radhiyallahu’Anhu meriwayatkan, bahwasanya Nabi Shallallahu’Alaihi wa Sallam bersabda, “Ada tiga kelompok manusia dimana Allah tidak akan berbicara dan tak akan memandang mereka pada hari kiamat. Dia tidak mensucikan mereka dan untuk mereka adzab yang pedih.”
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakannya sebanyak tiga kali.” Lalu Abu Dzar bertanya, “Siapakah mereka yang rugi itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menjulurkan kain sarungnya ke bawah mata kaki (isbal), orang yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya dan orang yang suka bersumpah palsu ketika menjual. ” [HR. Muslim]

8. Sibuk di luar rumah
Seorang istri terkadang memiliki banyak kesibukan di luar rumah. Kesibukan ini tidak ada salahnya, asalkan mendapat izin suami dan tidak sampai mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya.
Jangan sampai aktivitas tersebut melalaikan tanggung jawab nya sebagai seorang istri. Jangan sampai amanah yang sudah dipikulnya terabaikan.
Ketika suami pulang dari mencari nafkah, ia mendapati rumah belum beres, cucian masih menumpuk, hidangan belum siap, anak-anak belum mandi, dan lain sebagainya. Jika hni terjadi terus menerus, bisa jadi suami tidak betah di rumah, ia lebih suka menghabiskan waktunya di luar atau di kantor.

9. Cemburu buta
Cemburu merupakan tabiat wanita, ia merupakan suatu ekspresi cinta. Dalam batas-batas tertentu, dapat dikatakan wajar bila seorang istri merasa cemburu dan memendam rasa curiga kepada suami yang jarang berada di rumah. Namun jika rasa cemburu ini berlebihan, melampaui batas, tidak mendasar, dan hanya berasal dari praduga; maka rasa cemburu ini dapat berubah menjadi cemburu yang tercela.
Cemburu yang disyariatkan adalah cemburunya istri terhadap suami karena kemaksiatan yang dilakukannya, misalnya: berzina, mengurangi hak-hak nya, menzhaliminya, atau lebih mendahulukan istri lain ketimbang dirinya. Jika terdapat tanda-tanda yang membenarkan hal ini, maka ini adalah cemburu yang terpuji. Jika hanya dugaan belaka tanpa fakta dan bukti, maka ini adalah cemburu yang tercela.
Jika kecurigaan istri berlebihan, tidak berdasar pada fakta dan bukti, cemburu buta, hal ini tentunya akan mengundang kekesalan dan kejengkelan suami. Ia tidak akan pernah merasa nyaman ketika ada di rumah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, kejengkelannya akan dilampiaskan dengan cara melakukan apa yang disangkakan istri kepada dirinya.

10. Kurang menjaga perasaan suami
Kepekaan suami maupun istri terhadap perasaan pasangannya sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya konflik, kesalahpahaman, dan ketersinggungan. Seorang istri hendaknya senantiasa berhati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatannya agar tidak menyakiti perasaan suami, ia mampu menjaga lisannya dari kebiasaan mencaci, berkata keras, dan mengkritik dengan cara memojokkan. Istri selalu berusaha untuk menampakkan wajah yang ramah, menyenangkan, tidak bermuka masam,dan menyejukkan ketika dipandang suaminya 

Sumber : 
thumbnail

On December 29, 2016 with No comments

Apa sebenarnya dibalik waktu subuh ini? Bahkan Allah sampai bersumpah demi fajar dalam firman-Nya. Bahkan kita dianjurkan berlindung kepada yang menguasai waktu subuh?



Allah SWT bersumpah dalam Al Fajr :“Demi fajar (waktu Subuh)”. Kemudian dalam Al Falaq Allah mengingatkan:“Katakanlah! aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh”. Apakah waktu subuh sebahaya itu?

Ya! Subuh memang sangat kejam dan berbahaya. Bahkan lebih kejam dari sekawanan kelompok bersenajata api.  Waktu subuh bisa lebih menderita dari kemiskinan. Serta juga lebih bahaya dari api yang dsiram bensin.

DIkutip dari Islampos, Jika ada sekawanan perampok menyatroni rumah kita, dan mengambil paksa semua barang yang kita miliki. Emas dan semua perhiasan dirampas. Uang cash puluhan juta dirampas. Laptop yang berisi data-data penting dirampas. Mobil yang belum lunas cicilan-nya juga dirampas.Nah,bisa dibayangkan bagaimana pedihnya hati kita menerima kenyataan itu?

Tapi ketahuilah, sebenarnya waktu Subuh lebih kejam dari perampok itu. Sebab jika kita ‘tergilas waktu Subuh’, sehingga melalaikan shalat fajar, maka kita akan menderita kerugian yang jauh lebih besar dari sekadar kehilangan laptop dan mobil. Kita bahkan akan kehilangan dunia dan segala isinya. Ingat,“Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan segala isinya,” (HR Muslim).

Waktu Subuh juga bisa lebih menyeng-sarakandari sekadar kemiskinan di dunia. Sebab bagi orang-orang yang ‘tergilas waktu Subuh’, sehingga mengabaikan shalat Subuh berjamaah di masjid, maka pada hakikatnya, merekalah orang-orang miskin sejati yang hanya mendapatkan upah 1/150 (0,7%) saja dari pahala shalatnya.

“… dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah, maka ia bagaikan sholat semalam suntuk” (HR Muslim).

Waktu Subuh juga lebih berbahaya dari kobaran api yang disiram bensin. Mengapa demikian? Karena Rasulullah telah bersabda, bahwa orang yang tidak mampu melaksa-nakan shalat Subuh berjamaah, kedudukan-nya setara dengan orang munafik.

“Sesungguhnya tiada yang dirasa berat oleh seorang munafik, kecuali melaksanakan shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka tahu akan keagungan pahalanya, niscaya mereka bakal mendatanginya (ke masjid, shalat berjamaah) sekalipun harus berjalan merangkak-rangkak” (HR Bukhari Muslim).

Orang yang ‘tergilas waktu Subuh’ sehingga tak mampu mendatangi masjid untuk shalat berjamaah, sesungguhnya adalah orang yang dalam keadaan terancam bahaya, karena dirinya disetarakan dengan orang munafik. Sebab, ancaman bagi orang munafik adalah Neraka Jahanam.“Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam” (An Nisa:140).

Nah, agar kita tidak merasakan ‘gilasan waktu Subuh’ yang lebih kejam dari perampokan, agar kita tidak terkena ‘gilasan waktu Subuh’ yang lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan, dan agar kita tidak terkapar ‘gilasan waktu Subuh’ yang lebih berbahaya dari kobaranapi, maka:“Katakanlah! Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu Subuh” (Al Falaq:1).Yaitu dengan memanfaatkan waktu Subuh sebaik-baiknya.Lakukan shalat sunnah (shalat fajar) dan shalat berjamaah di masjid terutama bagi laki-laki.

Lantas, kenapa subuh bisa menggilas kita? Memang, subuh adalah waktu yang paling berat untuk kita beribadah. Tahu kenapa? Subuh adalah waktu yang paling tenang dan sangat pas untuk kita tidur nyenyak mimpi indah. Ditambah subuh merupakan waktu yang cukup dingin, jadi enaklah bagi kita untuk menarik selimut lebih erat lagi.

Yang paling bahaya lagi yakni para setan yang akan mengencingi telinga kita. Saat toak masjid berkumandang “Shalat lebih baik daripada tidur!” mata kita seakan dilem rapat dan susaaah banget untuk terbuka.

Masya Allah! Betapa ruginya mereka yang meninggalkan jamaah subuh, apalagi yang tergilas olehnya. Semoga Iman dan semangat kita ditebalkan agar terhindar dari godaan iblis paling mengerikan ini.