Search This Blog

thumbnail

On December 09, 2016 with 1 comment


Afi Nihaya Faradisa, tulisan siswi SMA ini jadi viral dan bikin kaget banyak orang. Pemikiran yang brilian tercipta dari seorang anak SMA. 

Mungkin orang mengira usia remaja masih pada tahap pencarian diri mudah terpengaruh karena masih labil. Namun pada kenyataanya usia itu tak menentukan kedewasaan. Ada suatu peristiwa unik yang baru saja terjadi. 22 Jam lalu dari semenjak berita ini dibuat, seorang siswi SMA di Banyuwangi mengunggah sebuah kata-kata sebagai status facebooknya.

Apa yang diunggahnya? Yang pasti luar biasa. Ada salah satu kutipan komentar netter yang memujinya. "Subhanallah, keren.. semoga tetap istiqomah." "Bangga punya kamu sebagai remaja Indonesia!" "Keren banget kamu Nak." Itulah komentar-komentar netter, Jumat (9/12/2016).

Tulisan seorang pemilik akun Facebook dengan nama Afi Nihaya Faradisa jadi viral.

Remaja putri yang menulis kalau ia siswi SMA Negeri 1 Gambiran Banyuwangi ini mendadak tenar.

Melansir tribun techno, Tulisannya bahkan dibagikan di laman Facebook capai angka fantastis, padahal baru 22 jam lalu dibagikan.

Hingga berita ini diturunkan ada 1.861 kali dibagikan, 470 Komentar dan 3.5 ribu likes serta emoticon yang menunjukkan keterkejutan.

Kenapa terkejut?

Coba simak pemikirannya.
Tuluisan Afi sangat inspiratif dan membuat banyak orang terpana.
Afi menunjukkan eksperimen yang ia lakukan yakni benar-benar lepas dari gadget.

Lalu ia melakukan refleksi diri serta evaluasi saat ia keranjingan gunakan gadget.

Satu di antaranya perdebatan yang berawal dari perbedaan. Ia menulis kalau selama ini selalu banyak pro dan kontra, ketika pro bermusuhan dengan yang kontra, yang kontra bermusuhan dengan yang pro bahkan ada yang netral pun dimusuhi.

Tulisannya cerdas, lugas dan menawan, mengajak untuk mengevaluasi terkait fenomena gadget dan media sosial yang jadikan ajang bukan untuk silaturahmi tapi justru permusuhan atas nama perbedaan.

Berikut tulisannya yang dikutip dari postingannya di Facebook.

Aku pernah mematikan total hapeku selama 10 hari. Selama itu, aku tidak berhubungan dengan dunia luar sama sekali.

Hanya dari situ kau bisa mengamati apa yang gadget dan koneksi internet telah renggut selama ini.

Katakanlah aku terjebak dalam sudut pandang yang menggelikan.
Katakanlah aku salah menyikapi kemajuan, tapi hal-hal ini yang telah kupelajari dalam 10 hari. Sudahkah kau mencoba sendiri sebelum menjustifikasi?

Melalui layar 4 inchi ini, aku memang melihat dunia tanpa batas yurisdiksi.

Namun, kata orang bijak, "You are what you eat".

Belakangan aku tahu bahwa hal itu tidak hanya berlaku untuk makanan perut, tapi juga "makanan pikiran".

Apa yang telah kita masukkan dalam pikiran, jiwa, dan hati kita selama ini menentukan seperti apa diri kita.

Lalu pernahkah bertanya, yang aku telan selama ini lebih banyak racun atau gizinya? Pantas kalau diri kita masih gini-gini saja.
Ternyata ini sebabnya.

Perhatikan, kondisi "sumber makanan pikiran" kita semakin tercemari.
Aku lelah menjelaskan pada satu persatu orang tentang negatifnya menyebarkan hoax dan kebohongan.

Kita juga tidak pernah kehabisan alasan untuk saling membenci. Apa-apa dijadikan 'amunisi'.

Sama-sama manusia, kalau beda negara rusuh. Sama-sama Indonesia, kalau beda agama rusuh.

Sama agamanya, beda pandangan juga rusuh. Terus gimana nih maunya?

Padahal, kalau bukan Tuhan, lalu siapa lagi yang menciptakan SEMUA perbedaan ini?
Kalau Dia mau, Dia bisa saja menjadikan semua manusia 'serupa' dalam segala hal.

Lalu, kenapa kita lancang menentang Tuhan dengan meludahi perbedaan?
Aku sendiri tidak pernah mengunfriend yang beda pandangan, aku dan kamu bisa bersahabat walaupun kita tidak sepakat.

Pernah lihat orang yang penuh permusuhan hidupnya tenang?
Bagaimana kita berharap ada bunga yang tumbuh di atas kawah berapi?

Yang dirahmati Tuhan adalah hubungan, bukan permusuhan.
Unity in diversity.

Yang aku heran, apa-apa dijadikan perdebatan.
Seperti ritual medsos tahunan, mulai dari ucapan natal, perayaan valentine, bahkan juga jumlah peserta unjuk rasa!

Diri ini merasa lebih baik karena pihak lain terlihat lebih buruk.
Kita merasa senang atas ketidakbaikan orang.

Tuhan mana yang mendukung karakter seperti itu?

Padahal, this too shall pass.

Semua hal pasti akan berlalu sendiri silih berganti.

10 tahun lagi, apakah yang kita pertengkarkan ini lebih berharga daripada hubungan baik kita?

Padahal, kata "musuh" hanyalah ilusi, sebuah sekat yang kita buat sendiri.

Tuhan tidak mengatakan bahwa Ia hanya dekat dengan pembuluh nadi orang beragama X dan bersuku Y, Tuhan dekat dengan pembuluh nadi semua orang.

Sudah lupa, ya?

Yang aneh adalah, jika tidak pro pokoknya salah! Kontra salah, netral pun juga disalahkan.

Tidak ada hal lain yang ditunjukkan kecuali sifat kekanak-kanakan.
Boikot terhadap produk perusahaan raksasa tidak akan berpengaruh sedikitpun pada owner-owner atas yang sudah kaya raya, yang kalian bahayakan adalah penjual-penjual kecil yang masih bingung cari makan tiap harinya, yang mereka bahkan tidak tahu apa-apa tentang kebijakan perusahaan.

Ada sebuah peribahasa Cina yang layak untuk kita renungkan. 

"Menyimpan dendam seperti meminum racun tapi berharap orang lain yang mati."

Buddha pun berkata, "Anda tidak dihukum KARENA kemarahan Anda, Anda dihukum OLEH kemarahan Anda."

Jika tetap tidak bisa mengendalikan kemarahan? DIAM!
Setidaknya kemarahan kita tidak akan menjadi sebab kemarahan orang lain.

“Barangsiapa yang diam, dia selamat.” (HR. Tirmidzi no. 2501)

Dan aku tahu,

Memang ada saatnya memproteksi diri. Ada saatnya mempertahankan kenyamanan pribadi.

Tapi bagiku, ada juga saatnya untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi. Karena itu, aku tidak akan pergi dari sini :)
- Afi N.F


Screenshoot postingan Afi yang jadi viral.

Ratusan komentar yang masuk menyatakan keterkejutan. Seorang anak SMA memiliki pemikiran yang brilian.

Fida Tidung: subhanallah, keren.. semoga tetap istiqomah.

Kavita Rezi: Bangga punya kamu sebagai remaja Indonesia!

Asti Dewayanti: Keren banget kamu Nak

Mas Huda: Mas Huda Ruar biyasah tulisannya...smoga kasih sayang Allah SWT terlimpahkan pada mu...pada kita smua...!

Bagaimana menurutmu? Luar biasa bukan pemikirannya.

Sumber : wajibbaca.com
thumbnail

On December 09, 2016 with No comments

Sebuah keluarga muslim menyekolahkan anaknya di sekolah non Muslim. Orangtuanya tidak khawatir karena Sang Anak sangat cerdas dan setiap pulang sekolah masih ikut madrasah diniyyah.


Suatu ketika, Sang Guru iseng kepada anak tersebut, karena hanya dia sendiri yang beragama Islam.

Guru berkata: "Saya Bingung dengan Agama yang melarang makan daging Babi, bukankah Babi ciptaan Tuhan?"

Suasana menjadi hening, Sedangkan mata sang Guru melirik ke anak yang beragama Islam tersebut.

Sang anak tersebut pun merasa dirinya tersindir, akhirnya ia menjawab pertanyaan Gurunya.

Murid Muslim: "Iya Bu, Saya juga heran"

Guru: "Kamu aja Heran, apa lagi saya"

Murid Muslim: "Iya bu, Saya Heran bukan karena daging Babi, tetapi karena IBLIS"

Guru: "Loh, kenapa karena Iblis?"

Murid muslim: " Apakah Ibu membenci Iblis? "

Guru: " Tentu saja"

Murid Muslim: " Kenapa Ibu tidak menyukai Iblis? Bukankah Iblis ciptaan Tuhan juga? "

Guru: "Ya karena Tuhan ingin menguji kita"

Murid muslim: "Nah, sama Bu, Tuhan juga melarang kita makan daging Babi karena ingin menguji kita, taat atau tidak kepada-Nya."

Sang Guru terdiam. Mengakui kecerdasan Anak Muslim ini.

sumber : wajibbaca.com
thumbnail

On December 06, 2016 with No comments

Joey Resto, pemuda asal Washington DC ini mungkin tak pernah menyangka jika dirinya akan menjadi populer dan dipuji puluhan ribu netizen dari berbagai negara. Pemuda berusia 23 tahun ini bahkan disanjung oleh Gubernur New York, Andrew Cuomo pada pidato tahunan, Januari lalu.

Joey tertangkap kamera memberikan baju yang ia kenakan kepada seorang gelandangan di kereta bawah tanah Kota New York. 

Joey bangkit dari tempat duduknya, lalu menghampiri seorang pria tua yang bertelanjang dada tengah kedinginan. 

Di saat penumpang lainnya menjauhi pria tua itu karena aroma tubuhnya yang tak sedap, Joey justru menghampirinya lalu membuka kaus yang ia kenakan dan ia berikan kepada pria tua tersebut.

Tak hanya sekadar memberikannya begitu saja, Joey juga memakaikan kaos tersebut dan memakaikan topi hangatnya kepada gelandangan tersebut agar tidak kedinginan.

Seorang penumpang lainnya, merekam peristiwa itu. Ketika video diunggah ke Facebook oleh akun Lazaro el Feo, seketika menjadi viral dan hingga kini telah ditonton 14 juta lebih pengguna Facebook.

Kebaikan Joey itu kemudian menjadi sorotan media yang kemudian mewawancarainya.

"Saat itu udaranya begitu dingin, dia terlihat begitu kelaparan," kata Joey seperti dikutip  Tribunnews dari ABC 7 New York. [Siyasa/Tarbiyah.net]

Lihat videonya :

thumbnail

On November 21, 2016 with No comments

"Alhamdulillah, kami bertiga sudah khatam hafalan Qur’an 30 Juz, adik-adik kami juga sudah mulai menghafal, ada yang 3 juz dan ada yang baru 1 Juz," ungkap Hannan, anak kedua dari delapan bersaudara itu.


Diakui Hannan, mereka memang berasal dari keluarga penghafal Qur’an yang juga mempunyai lembaga Tahfidz di Bekasi. Harapan mereka, saat ini generasi muda dapat lebih dekat dengan Al-Qur’an, karena pemuda sudah banyak dijajah dari segi moral dan lainnya. Mereka berharap, dengan Al-Qur’an kita dapat membentengi diri dari hal tersebut.
.
Selain hafidz Qur'an, untuk merambah dakwah di kalangan generasi muda, kembar tiga bersaudara ini membentuk grup Nasyid yang diberi nama "HAMANIS" singkatan dari "Hannan, Mannan, Ihsan".
.
“Hamanis itu sendiri merupakan singkatan dari nama kami bertiga, Hannan, Mannan, Ihsan,” ujar Hannan, kakak tertua dari trio kembar tersebut.
.
Hannan bercerita, awalnya mengapa grup nasyid asal Bekasi ini terbentuk ialah, mereka mempunyai impian saat kecil yang sama, yaitu memilik grup Nasyid sendiri. “Terinspirasi dari Ayah, karena Ayah (Agus Jamaluddin) pernah jadi anggota grup nasyid Raihan,” terang Hannan. Grup nasyid ketiga anak muda tersebut berdiri sejak 2012.
.
Saat ini, Hamanis masih rutin melakukan roadshow ke sekolah, kampus dan pesantren untuk sekaligus memotivasi para remaja. Fanpage Hamanis dapat ditemui di @Kembar3HMI di twitter dan instagram.
.
Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua, dan berlomba-lomba mencetak hafiz Al-Quran di lingkungan kita masing-masing. .
thumbnail

On November 09, 2016 with 1 comment



Di dunia ini memang cukup banyak wanita matre, suka dengan pria karena kekayaannya. Namun tahukah kamu bahwa cinta sejati tidak memandang itu semua. Dan ketika kamu memandang rendah seorang pria karena kekurangannya maka suatu saat bisa jadi boomerang buat kamu sendiri, seperti kisah Pria ini Diputusin Pacarnya Karena Kuli Bangunan, 25 Tahun Kemudian Dia Melakukan Hal Mengejutkan Pada Mantannya yang satu ini.

Seorang netizen menceritakan sebuah kisah cinta dan diambil dari kisah yang mengundang perhatian semua orang. 20 tahun yang lalu, dia tidak suka belajar, pas SMA dia pergi ke sektor pembangunan membantu papanya bekerja, dan mantan pacarnya minta putus, dengan alasan dia mau pacarnya memiliki tingkat pendidikan yang tinggi dan tidak mengerjakan pekerjaan yang tak memiliki masa depan.

Meskipun dia patah hati, tapi itu tidak menyurutkan semangat dia bekerja. Setiap hari dia harus bekerja sebagai pekerja semen, 10 jam sehari, dan tetap setia dalam pekerjaan kecil sekalipun. Seiring berjalannya waktu, 2 tahun kemudian akhirnya dia dapat pacar ke-2nya, namun sayang orangtua pacarnya juga memandang rendah pekerjaan dan tidak menyetujui hubungan mereka berdua.


Malu, dan minder pun dia alami, namun kesabarannya selama 3 tahun dengan jumlah tabungan yang dia tabung akhirnya membawa dia bekerja ke Australia. Setibanya di sana dia baru, pekerja keras di Australia dipandang sebagai pekerjaan yang berkelas, pekerjaan yang santai, cepat juga pulangnya, dan tentu saja, gajinya termasuk sangat tinggi. Dia yang terbiasa bekerja dengan cepat, menarik perhatian bosnya. Dia mampu menabung uang 400 juta Rupiah dalam 1 tahun bekerja di Australia.

2 Tahun setelah bekerja di Australia, dia ingin kembali ke negaranya, Taiwan, namun karena bos sangat menyayangi dirinya, dia melakukan segala cara agar dia tetap bekerja di sana, bahkan bosnya berhasil memberinya peluang untuk bayar pajak setengah tahun saja! Tidak hanya itu, dia bahkan dapat 1 rumah dan dia diperbolehkan beli tanah dengan harga setengah harga awalnya. Karena persyaratan yang menggiurkan ini, dia menerimanya dan mengganti warga negara menjadi warga negara Australia.

5 tahun kemudian, dia kembali ke Taiwan dengan membawa 2 milliar Rupiah dan mulai membangun perusahaan konstruksi dan otomatis dia menjadi bos perusahaan ini. Dia akhirnya dapat kesempatan menghubungi mantan – mantan pacarnya, dia janjian dengan mantannya yang pertama dan dia datang dengan mobil mewah yang baru dibelinya. Bisa ditebak, mantannya terbungkam dengan dirinya yang sekarang. Setelah ngobrol cukup lama, mantannya bercerita kalau dia menikah dengan seorang Profesor, namun karena sering dinas keluar akhrinya suaminya selingkuh dan demi pelampiasan, dia setiap hari bekerja lembur di pabrik dan semua uangnya harus habis membiayai 5 putranya yang masih kecil. Karena merasa iba dengan kondisi mantannya ini, dia memberikan uang 40 juta untuk membantunya.

Selesai dari sini, dia akhirnya janjian dengan mantan kedua beserta dengan kedua orangtua mantannya ini. Sama, hari itu dia datang dengan mobil kerennya, jas yang cocok. Orangtua mantannya mengira seorang juragan datang untuk melamar anak mereka, mereka makan dengan wajah yang penuh dengan senyuman! Saat makanan penutup datang, dia akhirnya mengakui kalau dia adalah orang yang mereka tolak dulu karena pekerjaan yang mereka pandang hina, dan dengan tegas dia berkata seperti ini,”Aku dipandang hina oleh kalian dulu, tapi sekarang, putri kalian sudah gak pantas buat aku.”
thumbnail

On November 07, 2016 with No comments

Pemberian Asi Eksklusif memang sangat dibutuhkan bagi balita demi kelangsungan dan perkembangan anak.

Namn bagaimana jadinya jika pemberian asi dengan cara yang seperti ini, seorang ibu menyusui anaknya sembari mengendarai mobil.

Seperti yang dilansir dari tribunnews.com Wanita yang tidak diketahui identitasnya ini tertagkap kamera seorang penumpang angkot.

Seperti yang dilansir dari tribunnews.com Cerita menyentuh itu dilihat dan diabadikan sendiri oleh pemilik akun Facebook Amy Almasari.
Kamis (2/11/2016) pukul 14.13 WIB, ia mengunggah foto dan cerita mengenai wanita sopir angkot itu, yang kemudian menjadi viral.

beberapa foto yang diunggah Amy, terlihat wanita berambut panjang itu menyetir sambil menyusui anaknya.

Bahkan ketika si anak sudah tertidur, ia tetap menggendongnya di dada.

Di foto lain, bayi tersebut terlihat diletakkan di kursi samping sopir ketika sedang tertidur pulas.
Emy menulis: Ini kisah nyata hari ini, menit ini saat aku hendak ke terminal Poris (Tangerang, red). Seorang wanita hebat sambil menyusui jadi supir angkot 01. Nangis, bahkan serasa tersayat-sayat hati ini. Masih belum ada seujung kukunya ketangguhanku.



Rupanya, postingan tersebut disambut dengan penuh haru oleh netizen lain.
Hingga berita ini ditulis, Jumat (3/11/2016) pagi, postingan itu telah dibagikan 4.810 kali.
Dari sekian banyak netizen yang ikut berkomentar, ada akun Facebook bernama Nisa Dini Hariz yang mengatakan "amin all".

Beberapa netizen mengatakan bila akun tersebut adalah wanita yang berada di dalam foto.
Saat TribunJogja.com berhasil menghubungi akun tersebut, ternyata benar, ia adalah wanita tangguh yang menyusui anaknya sambil menyetir angkot.

Ia mengaku membawa anaknya, Hariz, yang masih berusia 10 bulan karena tidak ada yang membantu menjaga di rumah.

Di Tangerang, pemilik nama asli Chaeran Nisa itu merantau bersama suaminya, Asroli sejak tahun 2011 lalu.

Mereka tinggal di daerah Cimone.

"Saya hanya dengan suami. Suami narik saya narik juga," ujar wanita 25 tahun itu.
Nisa mengaku tak mengalami kesulitan membawa anaknya sambil menarik angkot karena sudah terbiasa.

Hariz juga tak pernah rewel, terkecuali jika sedang haus atau kepanasan.
Setiap harinya, wanita asal Bali itu akan berangkat menyopir pada pukul 13.00 hingga pukul 18.00 WIB.

Ia menuturkan, pernah ada penumpang yang menegurnya karena membawa anak saat menyopir angkot.

Namun ketika dijelaskan alasannya, orang-orang menjadi maklum sendiri.
Selain untuk membantu perekonomian keluarga, ibu dua anak itu memang hobi menyetir mobil sehingga bersemangat saat melakukannya.

Ia pun tak menyangka, bila fotonya telah menjadi viral di dunia maya.
"Anak yang pertama di Bali sama orang tua saya. Cuma merantau," ujarnya